Aplikasi cloud merupakan aplikasi yang jalan di server milik provider cloud. Performa aplikasi cloud ini biasanya dinilai dari cepat atau lambatnya respons. Dua bisnis bisa saja memakai teknologi yang mirip, tapi pasti ada perbedaan pengalaman pengguna.
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh jalur koneksi dan lokasi infrastruktur yang digunakan. Kebanyakan dari kasus lambatnya respons aplikasi di Indonesia disebabkan latency dan kualitas rute jaringan menuju server.
Kenapa Aplikasi Cloud Bisa Terasa Lemot?
Solusi untuk aplikasi yang terasa lambat tidak selalu upgrade bandwidth. Memang bisa membantu, tapi tidak serta-merta menyelesaikan masalah utamanya. Aplikasi bisa melambat karena jalur koneksinya tidak stabil, serta tidak menutup kemungkinan ada kombinasi faktor.
Ada beberapa gejala umum yang biasa terjadi diakibatkan oleh kendala koneksi seperti landing page yang membutuhkan waktu lama untuk load, login sering mengalami time-out, terjadinya retry disebabkan oleh API antar layanan yang sering gagal.
Apa Itu Latency dan Kenapa Harus Dikurangi?
Secara sederhana, latency bisa disebut sebagai waktu tunda yang diperlukan data untuk dapat berjalan dari perangkat pengguna ke server, dan sebaliknya. Sudah bisa dipastikan bahwa semakin tinggi latency, maka akan semakin lambat pula respons aplikasi.
Latency itu sendiri diukur dalam milidetik. Selisih puluhan milidetik saja bisa berdampak besar pada kenyamanan pengguna aplikasi. Latency dipengaruhi oleh banyak faktor seperti antrean trafik, jarak, konfigurasi jaringan, dan lainnya.
Latency yang rendah dapat mendukung user experience yang lebih baik, tingkat keberhasilan transaksi meningkat, beban server berkurang, produktivitas tim menjadi naik, serta troubleshooting lebih jelas.
Mengapa Jalur Internet Domestik Penting?
Pernah mendengar yang namanya internet exchange? IIX (Indonesia Internet Exchange) merupakan titik temu pertukaran trafik antar jaringan/ISP di Indonesia. Pertukaran trafik yang berjalan secara efisien dapat membuat koneksi antar pengguna dan layanan bisa lewat rute yang lebih stabil dan pendek.
Hal ini sudah pasti berdampak langsung pada latency. Dengan IIX ini, latency akan menjadi lebih rendah dan akses pun lebih konsisten.
Menempatkan Infrastruktur di Data Center Dekat IIX
Memilih data center dekat IIX sudah jelas akan memaksimalkan kinerja aplikasi. Rute yang digunakan jelas lebih efisien dan koneksi lintas ISP menjadi lebih stabil. Data center dengan konektivitas yang kuat dan lokasi strategis akan menghasilkan jalur yang ringkas dan perbedaan performa antar ISP terminimalkan.
Selain masalah latency, ada juga yang dinamakan jitter dan packet loss. Jitter sendiri mengacu pada variasi latency yang naik dan turun alias tidak stabil. Sedangkan packet loss merupakan paket data hilang yang bisa menyebabkan retry.
Mengurangi jitter dan packet loss atau yang sering disebut ngadat ini juga merupakan salah satu langkah yang tepat. Selain itu, data center dekat IIX juga terdengar lebih masuk akal dan doable di Indonesia.
Dukungan Provider Data Center yang Tepat
Semua hal yang sudah dijelaskan di atas tidak dapat berfungsi secara optimal jika kurang tepat dalam pemilihan penyedia fasilitas data center. Bitera merupakan salah satu data center provider yang menyediakan cloud server Indonesia.
Bitera menawarkan seamless connectivity. Pihaknya menawarkan neutral data center dengan banyak titik masuk fiber optik dan akses ke Indonesia Internet Exchange untuk pengoperasian low latency (latensi rendah).
Bitera juga unggul karena sistem keamanannya yang sangat tinggi 24 jam penuh monitoring. Reliability-nya juga tinggi. Bitera menjamin pengoperasian tanpa gangguan dengan pasokan daya ganda dari gardu induk PLN dan sistem pendinginan canggih.
Jelajahi bagaimana Bitera bekerja untuk mengelola data bisnis Anda secara canggih dan tepat sasaran dengan datang langsung. Book a tour terlebih dahulu untuk membuat jadwal kunjungan ke lokasi mereka.
